Minggu, 19 Maret 2017

Masjid Ponpes Darul Ulum Bakan Pojok, Cintaasih

Megah diantara hijaunya sawah dan pepohonan

Masjid satu ini berada di dalam kompleks Pondok Pesantren Darul Ulum di kampung Bakan Pojok, Desa Cintaasih, kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Berdiri dilingkungan yang masih asri di alam pedesaan yang tenang jauh dari kebisingan. Petak petakan sawah dengan padinya yang mulai menguning menjadi suguhan pemandangan yang menawan saat singgah sejenak ke komplek Ponpes ini.

Ponpes Darul Ulum
Kp.Bakan Pojok RT 03/01 Desa Cintaasih
Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang     
Jawa Barat, Indonesia
Telepon : 081380286011



Sekilas Pondok Pesantren Darul Ulum Bakan Pojok

Pondok Pesantren Darul Ulum di Bakan Pojok ini merupakan salah satu pondok pesantren tua di kabupaten Karawang yang masih kuat memegang teguh sistem Salafiyah dengan rujukan kitab – kitab kuning meneruskan tradisi leluhur ulama terdahulu.

Pondok pesantren Darul Ulum didirikan tahun 1942 oleh empat bersaudara putra dan putri dari Lurah Namin alias Haji Abdulloh yang merupakan Lurah Desa Gombong Kecamatan Pangkalan. Beliau menikah dengan Hajah Fatimah dan dikarunuiai empat orang anak, tiga anak laki-laki dan satu anak perempuan yang semuanya menjadi ulama dan kemudian mendirian Pondok Pesanten Darul Ulum ini.

Ke empat putra dan putri mendiang Lurah Namin tersebut adalah KH Hasan Mustofa, KH Ali Mundziri, Hj Hasanah dan KH Ahmad Badri. Santri putra dikelola oleh KH Hasan Mustofa, KH Ali Mundziri, KH Ahmad Badri dan santri putri di kelola oleh Nyai Hj Hasanah, sampai saat ini dilanjutkan oleh penerus anak cucunya dan hingga saat ini makam ulama para pendiri pesantren ini ramai diziarahi masyarakat dari berbagai daerah.

Dari jalan masuk menuju ke komplek pesantren

Pimpinan umum Pesantren Darul Ulum saat ini dipegang oleh KH Didin Sirojuddin meneruskan kepemimpinan mendiang KH. Cep Miftahul Husna. Sementara Darul Ulum Al Banat (putri) pimpinan KH Zainal Abidin (Almarhum) saat ini dipimpin oleh putranya yaitu Ajengan Dudu Badrudin dan dikelola bersama oleh KH Aang Yazid Bustomi dan Ajengan Didi. Sedangkan Al-Banat Junior dikelola oleh Ustad Obay, Ustadzah Ani, Ustadzah Imas. Ada juga Darul Ulum putri Al-Barokah di pegang oleh Mama sepuh KH Duyeh Jalaludin.


Pesantren Darul Ulum ini sudah banyak mencetuskan para alumni yang menjadi ulama – ulama kesohor di berbagai daerah yang banyak berkiprah memperjuangkan dakwah islamiyah di masyarakat. Termasuk di Kabupaten Bekasi terdapat ulama masyhur terkenal yaitu Mama’ Ajengan Zarkasih (alm.) yang berada di Kampung Rawa Bangkong Desa Serta Jaya Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten bekasi – Jawa Barat.***

Komplek Pondok Pesantren Darul Ulum Bakan Pojok
Papan nama di jalan akses ke pondok pesantren

Sabtu, 18 Maret 2017

Masjid Jami’ Baitul Amanah Cariu

Masjid Jami' Baitul Amanah Cariu 

Masjid megah satu ini berada di ruas jalan raya Jonggol Cariu, kira kira separuh jalan dari pertigaan Cibucil ke Alun Alun Kecamatan Cariu. Lokasinya berdiri di tikungan jalan kampung Nyomot, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Cariu. Di tepian ruas jalan jalur selatan yang cukup ramai kendaraan menghubungkan kabupaten Bogor dengan kabupaten Cianjur

Karena lokasinya yang berada di tikungan seperti itu membuat Jemaah baik yang berjalan kaki ataupun yang berkendara dan akan masuk atau keluar dari pekarangan masjid ini memang harus ekstra hati hati, mengingat ruas jalan ini hampir tak pernah sepi dari lalu lalang kendaraan bermotor.

Interior Masjid Jami' Baitul Amanah Cariu dari arah pintu utama.

Masjid Jami’ Baitul Amanah Cariu
Jalan Raya Jonggol-Cariu, Kampung Nyomot, Desa Tegalpanjang,
Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor. Jawa Barat 16840

Pondok Pesanten Ar-Risalah Cariu
Telp. 021-89960022, email. risalahnews.redaksi@gmail.com
Facebook : Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu
Twitter : @jurwiarrisalah



Masjid Jami’ Baitul Amanah ini merupakan bagian dari Pondok Pesantren Ar-Risalah Cariu yang seluruh bangunannya berada dibagian belakang masjid ini. Di hari libur masjid ini cukup ramai Jemaah yang menyempatkan singgah kesana untuk menunaikan sholat dan juga termasuk keluarga dari para santri pesantren yang sedang berkunjung.

Meski bangunan masjidnya tidak terlalu luas dan hanya satu lantai namun bangunannya cukup megah dengan dua menara menjulang mengapit bangunan utama. Pekarangannya cukup luas untuk parkir kendaraan bermotor. Area tempat wudhu dan toiletnya dipisahkan bagi Jemaah pria dan wanita, tersedia juga warung yang menjual aneka makanan ringan dan minuman.

Pondok pesantren Ar-Risalah yang berada di belakang masjid ini merupakan bagian dari Yayasan Ar-Risalah yang berpusat di Jakarta. Pondok yang ada di Kawasan Cariu ini tentu saja menghadirkan suasana yang berbeda bagi para santri dengan suasana Cariu yang relatif masih asri, sejuk dan berpemandangan alam cukup menawan.***

Pemberitahuan di pintu masjid.
Kegiatan Pondok pesantren Al-Risalah dipampang di halaman masjid Jami Baitul Amanah.

Minggu, 12 Maret 2017

Masjid Jami Baiturrohman Cikedokan

Masjid Jami' Baiturrohman kp. Cikedokan dari seberang sawah

Cikedokan adalah nama kampung sekaligus nama Desa di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Lokasinya berada di belakang kawasan Industri MM2100 Cibitung, dan Masjid Baiturrohman ini berdiri tak jauh dari Kantor Kepala Desa Cikedokan di ruas jalan desa yang menghubungkan desa Cikedokan dengan Desa Cibening, kecamatan Setu.

Masjid Jami’ Baiturrohman ini juga merupakan masjid terdekat dengan objek wisata sejarah “Saung Ranggon” atau “Rumah Tinggi” yang merupakan Cagar Budaya dan disebut sebut sebagai bangunan tertua di Kabupaten Bekasi. Bangunan rumah dari kayu ini merupakan rumah persembunyian Raden Rangga, Putra Pangeran Jayakarta.

Masjid Jami' Baiturrohman
Jalan Desa Cikedokan, RT.01 Desa Cikedokan
Kec, Cikarang Barat. Kab. Bekasi,
Jawa Barat, Indonesia



Bila dari arah Kantor Kepala Desa Cikedokan, menuju ke Saung Ranggon, Masjid Jami Baiturrohman ini berada di pertengahan jalan dari Kantor Kades menuju ke Saung Ranggon. Posisinya disebelah kiri jalan tepat di tikungan kampung Cikedokan.

Bangunan Masjidnya berupa bangunan masjid bergaya tradisional Nusantara dengan atap limas tanpa bangunan menara. Saat ini, Pengurus masjid berencana melakukan renovasi terhadap bangunan masjid ini dan membuka peluang bagi siapa saja untuk berinfak dan beramal Jariyah.***

Masjid Jami' Baiturrohaman dari arah jalan Desa Cikedokan
Papan nama Masjid Jami' Baiturrohaman 


Sabtu, 11 Maret 2017

Masjid Jami Baiturrman Tanjung Mekar

Masjid Jami Baiturraohman diantara padatnya lalu lintas di ruas jalan proklamasi. 

Masjid Berukuran besar yang satu ini berdiri megah di sisi kanan jalan dari arah terminal Tanjungpura Karawang menuju ke Rengas Dengklok. Lokasinya yang berada di tikungan jalan membuat masjid ini tampak seakan akan berdiri ditengah tengah jalan bila dilihat dari kejauhan dari arah Tanjungpura.

Masjid Jami Baiturrohman
Jl. Proklamasi No.20, Desa Tanjungmekar
Kec. Karawang Bar., Kab. Karawang
Jawa Barat 41316 Indonesia




Masjid Jami' Baiturrohman Tanjungmekar, Karawang

Minggu, 05 Maret 2017

Masjid Minhajul Falah Karyamakmur

Refleksi yang undah. Bayangan Masjid ini tampak indah di permukaan air kali Irigasi tarum utara yang melintas di depan-nya.

Masjid Minhajul Falah ini merupakan salah satu masjid yang berdiri di tepian kali Irigasi Tarum Utara Karawang. Persisnya di Desa Karyamakmur, kecamatan Batujaya, kabupaten Karawang. Di dalam komplek masjid ini terdapat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Madrasah Iftida’iyah Swasta, SMP Islam dan SMK yang semuanya bernama Minhajul Falah, sama dengan nama masjid ini.

Masjid Minhajul Falah
Jalan Raya Batujaya KM. 06 No.10 Desa Karyamakmur
Kec. Batujaya, Kabupaten Karawang
Jawa Barat 41354 Indonesia




         

Sabtu, 04 Maret 2017

Pembangunan Masjid Jami’ Al-Adzim Karya Makmur

Dipenghujung tahun 2016. Masjid Jami Al-Adzim menjelang magrib, pada tanggal 31 Desember 2016 yang lalu.

Masjid Jami di Desa Karyamakmur ini masih dalam tahap pembangunan. namun sudah digunakan oleh Jemaah muslim setempat. meski belum selesai seluruhnya kemegahan nya sudah dapat terlihat dengan satu kubah besar di atapnya dan dinding dindingnya tembok nya yang massif menjulang. Bagi yang berminat untuk menyumbang, monggo langsung ke lokasi. Masjid ini berdiri tidak persis di tepian jalan raya Batujaya namun sedikit masuk ke dalam gang, namun kubah besar nya itu terlihat dari arah jalan raya.

Masjid Jami’ Al-Adzim
Jalan Raya Batujaya No.10, Desa Karyamakmur
Kec. Batujaya, Kabupaten Karawang
Jawa Barat 41354 Indonesia




Minggu, 26 Februari 2017

Masjid Agung An-Nur Ogan Ilir

Masjid Agung An-Nur Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Ogan Ilir

Masjid Agung An-Nur adalah Masjid Agung yang berada di dalam Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Ogan Ilir di Desa Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya. Masjid ini juga lazim disebut sebagai Masjid Tanjung Senai karena lokasinya yang berada di desa Tanjung Senai.

Masjid Agung An-Nur / Masjid Tanjung Senai
Komplek Perkantoran Terpadu Kabupaten Ogan Ilir
Desa Tanjung Senai, Kec. Indralaya, Kab, Ogan Ilir
Sumatera Selatan. Indonesia



Ogan Ilir merupakan salah satu kabupaten di provinsi Sumatera Selatan hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pembentukan kabupaten Ogan Ilir berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir di Provinsi Sumatera Selatan yang disahkan pada 18 Desember 2003. Pada 2013.

Ibukota Kabupaten Ogan Ilir berada dibangun di atas lahan reklamasi rawa rawa di kecamatan. Sebuah komplek pemerintahan terpadu, yang di proyeksi sebagai pusat perkantoran seluruh instansi di kabupaten Ogan Ilir. Di komplek ini sudah berdiri Kantor Bupati OI, dan beberapa instansi lainnya termasuk Rumah Sakit Daerah dan Masjid Agung An-Nur.

Masjid Tanjung Senai dari ruas jalan hubung ke jalan lintas Sumatera di depan Gerbang Ponpes Roudotul Ulum Sakatiga

Jumlah penduduk Kabupaten Ogan Ilir mencapai 450.933 jiwa atau 117.783 kepala keluarga dengan pertumbuhan penduduk mencapai 2 persen.[2] Populasi penduduk di Kabupaten Ogan Ilir berasal dari Suku Ogan dengan 3 (tiga) sub-suku, yakni: Suku Pegagan Ulu, Suku Penesak dan Suku Pegagan Ilir. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Disebut sebagai Kabupaten Ogan Ilir karena memang secara geografis, kabupaten ini berada di sebelah hilir sungai Ogan.

Masjid Agung An-Nur berdiri di atas lahan seluas 2.025 M2, tinggi bangunan mencapai 26,39 meter. Pekerjaan awal dilaksanakan tahun 2012 dan proses pembangunannya melibatkan beberapa kontraktor. Pembiayaan pembangunan masjid ini didanai sepenuhnya dari dana APBD kabupaten OI secara multi Year. Pembangunan masjid ini selesai dan mulai digunakan pada Januari 2017, menghabiskan dana lebih dari Rp. 18 Milyar Rupiah.***