Sabtu, 01 Oktober 2016

Masjid Nurani, Kranji, Bekasi

Nama yang tak biasa. Masjid di Nurani Keranji kota Bekasi.

Nama Masjid satu ini memang cukup menarik perhatian dan tak biasa. Masjid Nurani begitu namanya. Bangunan megah nya terlihat jelas dari arah jembatan Keranji Bekasi. Masjid dengan rancangan modern ini berada di ruas jalan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, Bekasi Barat. Masjid dengan Kubah tunggal di atap bangunan utamanya ditambah dengan Menara yang juga berupa Menara tunggal. Keseluruhan ekterior masjid ini hanya menggunakan satu warna saja.

Izin rencana tapak di badan pelayanan perizinan terpadu (BPPT) Kota Bekasi pada tanggal 3 Januari 2013 dengan nomor izin 653/1/BPPT/I/2013 diajukan oleh IR. H. Soeharto untuk masjid Nurani yang beralamat di Jl. I Gusti Ngurah Rai RT 008/010 Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi [i].



Bangunan masjid ini terdiri dari dua lantai. lantai dasar dipergunakan sebagai ruang pertemuan yang dapat dipergunakan untuk acara acara pernikahan dan lainnya. kantor pengelola dan fasilitas pendukung lainnya termasuk tempat wudhu dan toilet juga ditempatkan di lantai dasar. Ruang sholat berada di lantai dua, dihubungkan dengan tangga besar dari pelataran depan bangunan dengan beranda yang cukup luas.

Ruang sholat masjid ini cukup nyaman dengan hamparan karpet merahnya yang empuk. Empat pilar bundar menopang struktur atapnya yang didominasi oleh kubah utama dengan warna keemasan. Di sisi bawah kubah ditempatkan jejeran jendela jendela kaca sebagai sumber cahaya matahari di siang hari. Mihrab masjid ini penataannya sangat apik meski tidak berkesan glamor dan megah. Tidak ada bukaan untuk penerangan alami, namun cahaya matahari dari luar ruang sekedar berpendar di belakang mihrab tanpa menyilaukan dan menampilkan efek cukup menarik.***

Dari arah jembatan Keranji
Gapura berbalut granit hitam itu adalah tangga menuju ke lantai dua, sedangkan dua pintu dibagian kanan adalah pintu akses ke ruang aula masjid.

Beranda Masjid yang menghubungkan tangga dengan teras lantai dua
ruang sholat ada di sebalah kanan
dari balik teralis
Mengintip ke ruang utama
Ruang sholat
Dibawah kubah
Salah satu sudut bagian dalam 

Minggu, 25 September 2016

Masjid Al-Fatah Sempora

Masjid Al-Fatah Sempora

Masjid Al-Fatah berada ditepian ruas jalan raya kampung Sempora dan tanpa atau belum ada pagarnya. Bangunan masjid yang merupakan bagian dari fasilitas di dalam komplek sekolah Yayasan Darma Asih Kabupaten Bekasi yang mengelola pendidikan tingkat SMP, dan SMK.

Lokasinya yang berada di sisi jalan raya dan tidak berpagar menjadikan masjid ini sebagai masjid umum bukan seperti masjid masjid dalam lingkungan sekolah yang berada di dalam pagar dan hanya untuk kalangan sendiri, ditambah lagi tidak tampak bangunan masjid lain yang berada di sekitar lokasi.

Masjid dan Sekolah

Dari plakat yang diletakkan di dinding sisi kanan pintu masuk ke masjid, tampaknya pembangunan masjid ini di danai oleh donator dari Timur Tengah. meski plakat tersebut tak menyebutkan asal negara dari pendonor, namun terbaca dengan jelas dalam hurup romawi pembangunan masjid dilaksanakan pada bulan September 2015. di plakat yang sama bahkan disebutkan bahwa masjid ini berada di Serang – Bogor – Jawa Barat. padahal aslinya berada di wilayah kabupaten Bekasi.

Lokasi Masjid Al-Fatah
Komplek sekolah Yayasan Darma Asih
Jl. Raya Sempora, Desa Jaya Sampurna
Kecamatan Serang Baru, Kab. Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
koordinat : -6.382335, 107.079616



Ukurannya cukup besar, tidak ada tiang tiang penyangga atap di dalam masjid. interiornya sederhana dan ringkas tanpa ada ornament hiasan dan perabot. Ada tiga pintu akses masing masing di sisi utara, selatan dan timur. bentuk bangunannya mengadopsi bentuk masjid tradisional Indonesia dengan atap limas meski bukan atap bersusun.***

Plakat pembangunan 
Di dalam Masjid


Sabtu, 24 September 2016

Masjid Jamie Nurul Iman Pagadungan

Masjid Jami Nurul Iman kampung Pegadungan

Masjid Jamie Nurul Iman
Kampung Pagadungan RT.08/04 Desa Jaya Sampurna
Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat - Indonesia
-6.377995, 107.081914



Minggu, 18 September 2016

Masjid Jamie Al-Hidayah Jayamulya

Masjid Jami Al-Hidayah di Kampung Cikarang

Masjid Jamie Al-Hidayah
Kampung Cikarang RT 004/002 Desa Jayamulya
Kec. Serang Baru, Kab. Bekasi
Jawa Barat – Indonesia
-6.412032, 107.067457



Minggu, 11 September 2016

Masjid Agung Kalianda Lampung Selatan

Masjid Agung Kalianda

Kalianda adalah ibukota Kabupaten Lampung Selatan, merupakan kota pertama yang ditemui setelah mendarat dari pelabuhan penyeberangan Bakauheuni yang merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera. Sudah sejak lama kota ini memiliki sebuah masjid Agung yang diberi nama Masjid Agung Kalianda sebagaimana tertulis di Gapura nya.



Masjid Agung Kalianda ini sempat berubah nama menjadi Masjid Kubah Intan di masa kepemimpinan Bupati Ryco Menoza ZP (2010-2015). Perubahan nama tersebut seiring dengan dipugar dan di renovasi total dimana pembangunannya berlangsung selama 2 tahun dan memiliki kubah yang menyerupai intan. Masjid ini menjadi salah satu icon Kota Kalianda. Masjid Kubah Intan dapat menampung sekitar 1.200 jamaah, diresmikan pada tanggal 27 Februari 2014, Masjid Kubah Intan diresmikan.

Nama Masjid Agung Kalianda kembali digunakan dimasa pemerintahan Bupati saat ini, Zainudin Hasan yang menjabat tahun 2016-2021. Masjid Agung Kalianda juga dilengkapi dengan rest area yang terdapat kios-kios pedagang makanan dan minuman, sehingga para pengguna jalan lintas yang menuju arah Bakauheni dan sebaliknya, dapat mampir untuk beristirahat, membeli makanan dan minuman, sekaligus beribadah di masjid ini.***

Sabtu, 10 September 2016

Masjid Jami’ Gunung Batin Udik, Lampung Tengah

Masjid Jami' Gunung Batin Udik

Singgah ke masjid ini di hari terahir bulan suci romadhon 1437H dalam perjalanan mudik yang santai karena memang jalanan sudah sepi dari para pemudik yang sudah berebut ruas jalan beberapa hari sebelumnya. Cuaca panas waktu dhuha khas sumatera langsung terasa begitu keluar dari kendaraan untuk singgah sebentar di masjid ini. Di dalam masjid bapak bapak para pengurus masjid sedang serius mendiskusikan segala persiapan untuk sholat idul fitri 1437H.

Lokasi Masjid Jami Gunung Batin Udik
Jalan Lintas Sumatera, Desa Gunung Batin Udik
Kecamatan Terusan Nunyai, Kab. Lampung Tengah
Provinsi Lampung - Indonesia



Meskipun lokasi masjid ini berada ditepian jalan lintas timur Sumatera namun akses ke masjid ini tidak menghadap ke ruas jalan raya utama namun dari dua ruas jalan yang mengapit masjid ini disisi kiri (selatan) dan kanan (utara), rancangan yang demikian ini memang relatif lebih aman bagi Jemaah yang keluar masuk ke areal masjid dari lalu lalang kendaraan di ruas jalan utama. Jalan Karya yang berada di sebelah kanan (utara Masjid) masjid bahkan dilengkapi dengan sebuah gapura dengan tulisan besar di atasnya “Kampung Gunung Batin Udik”.

Di pekarangan masjid ini ada beberapa kuburan. Satu kuburan berada di pekarangan sebelah utara mlik seorang muslimah bernama Masa Amah Binti Gayow Sibikow bertarikh 29 Februari 1938 (mungkin tarikh wafatnya beliau). Dua lagi kuburan pekarangan sebelah timur yang bersebelahan dengan jalan raya lintas sumatera, namun tidak dilengkapi dengan identitas.

Dari sisi ruas jalan lintas timur sumatera

Bangunan masjidnya berupa bangunan masjid tradisional dengan atap limas bersusun dua ditutup dengan genteng. Tiga sisi bangunan sudah dilengkapi dengan teras lengkap dengan pilar pilarnya. Ukuran masjidnya cukup besar. Tempat wudhu dan toiletnya berada di sisi utara atau di sebelah kanan bangunan utama. 

Sejah Kampung Gunung Batin Udik

Konon kampung Gunung Batin Udik awalnya dibuka oleh 22 tokoh adat yang berasal dari Kotabumi Lampung Utara, ke 22 Tokoh ini yang membuat atau membangun umbulan (kampung kecil) yang diberi nama Under Pura sekitar tahun 1805 terletak didaerah Gattau Pering  yang letaknya kira-kira 3 Km sebelah timur Kampung Gunung Batin sekarang. Pada awal tahun 1810 sebagian warga pindah  kearah barat yaitu Kampung Gunung batin saat ini dan membuat umbulan yang tetap diberinama Under Pura, di wilayah yang baru inilah ke 22 Tokoh tersebut menata umbulan menjadi Dusun yang baru yang pemerintahannya bersifat Adat.

Pekarangan sisi utara masjid

Pada tahun 1815 banyak penduduk Under Pura pindah ke kemiling (Tanjung Karang Bagian Barat) mereka membuat tempat baru yang diberi nama Umbulan Langka Pura (nama tersebut saat ini masih dipakai nama kampung Langka Pura). Pada tahun 1834 Umbulan Under Pura diganti dengan nama GUNUNG BATIN yang memiliki arti : Gunung” adalah Tinggi”, “Batin” adalah Kebatinan.

Dan pada saat penggantian nama tersebut pemerintahan yang bersifat Adat berubah menjadi Pemerntah bersifat Politik Tata Negara yang bepusat di Kotabumi dan Palembang (Sumatra Selatan). Pada tahun 1937 Gunung Batin menjadi Marga Terusan Nunyai dan setelah menjadi marga Kampung Gunung Batin dipecah menjadi (dua) yaitu: Gunung Batin Udik dan Gunung Batin Ilir**

Teras dan pekarangan sisi timur 
Gapura Kampung Gunung Batin Udik, disebelah utara masjid 
Kuburan seorang muslimah di sisi utara masjid