Minggu, 21 Mei 2017

Masjid Al-Hidayah Pancawati, Klari

Mungil tapi indah, Masjid Al-Hidayah desa Pancawati, Karawang

Hanya beberapa meter dari pertigaan Kosambi menuju ke Desa Telagasari, disisi kiri jalan raya dipinggir kali irigasi anda akan menemukan sebuah masjid mungil yang cukup unik dengan warna yang cukup terang benderang. Ukurannya memang tidak terlalu besar tapi bentuknya yang unik itu yang memang menarik perhatian.

Bentuk dasar bangunannya sebenarnya adalah masjid khas Indonesia dengan atap joglo, namun kemudian atap tumpang di bagian atasnya dimodifikasi dengan bentuk baru yang cukup menarik, hasilnya tetap dengan pola dasar masjid beratap tumpang bersusun tiga, hanya saja dua susun atap paling atasnya itu yang berbeda dari masjid masjid lainnya.

Masjid Al-Hidayah Pancawati
Jl. Kosambi-Telagasari, Desa Pancawati
Kec. Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371



Keunikan lain yang tak biasa di masjid ini adalah tiga menaranya yang dibangun di atap masjid. Dua menara dibangun serupa sebagai menara kembar di atap masjid di sisi depan, bentuknya sederhana namun cukup kreatif dalam ide, menghasilkan bentuk menara yang sederhana namun dengan sentuhan futuristik.

Menara ketiga justru yang paling unik, sangat berbeda dengan dua menara lainnya. Bentuknya sedikit lebih rumit dari dua menara lainnya, di ujung menara ditempatkan sebuah kubah kecil bewarna hijau yang dibingkai dengan kerangka beton mencengkram tiga sisinya.

Detil Puncak Atap Masjid Al-Hidayah Pancawati

Pembangun masjid ini seakan tak mau kehilangan unsur kubah pada karyanya meskipun hanya berupa kubah berukuran kecil di puncak menara kembarnya, sekaligus mengkombinasinya dengan sentuhan futuristik di sisi lain tetap mempertahankan pola masjid tradisional asli Indonesia.

Selain masjidnya yang unik, Desa tempat masjid ini berdiri sebenarnya juga cukup menarik perhatian, Desa Pancawati, nama yang sangat fenimim dengan kata wati di belakang namanya itu. Belum sempat berbincang dengan tetua disana tentang nama desa yang unik ini, pastinya ada sejarahnya sendiri sehingga bernama demikian.***

Detil menara Masjid Al-Hidayah Pancawati
Lokasi Masjid Al-Hidayah


Sabtu, 20 Mei 2017

Masjid Jamie Al-Hidayah Gintung Kerta

Masjid Jamie Al-Hidayah Kaum Krajan II, Gintung Kerta

Masjid megah berlantai dua dalam balutan warna kuning dan coklat ini akan anda temukan sesaat setelah keluar dari akses pintu tol Karawan Timur lalu berbelok ke kiri kea rah terminal pusat kota Karawang, disebelah kiri jalan raya. Kubah besar di atapnya itu sudah terlihat dari kejauhan apalagi bila berkendara dari arah kota Karawang.

Masjid dengan gaya modern ini dibangun dua lantai, ada kubah besar di atapnya ditambah dengan dua kubah lebih kecil di puncak menara yang tidak terlalu tinggi mengapit kubah utama di sisi kiri dan kanan. Sementara sebuah menara lebih lansing namun lebih tinggi dibangun dibelakang kubah utama.

Masjid Jamie Al-Hidayah
Jalan Raya Klari, Kaum Krajan II, Desa Gintungkerta
Kec. Klari, Kab. Karawang, Jawa Barat 41371



Papan nama masjid AL-Hidayah
Menjelang jalan akses ke Tol Karawang Timur

Minggu, 14 Mei 2017

Masjid Jamie Al-Ikhlas Sempu

Masjid Jamie Al-Ikhlas Kampung Sempu

Kampung Sempu tempat masjid ini berada merupakan salah satu kampung di Desa di Cikarang yang wilayahnya terkurung oleh kawasan industry Jababeka. bila di masa lalu mungkin kawasan ini adalah kampung yang sangat terpencil di pinggiran sawah yang luas atau mungkin bahkan diantara kawasan rawa rawa.

Kini tetap sama, masih terpencil diantara kawasan industry. pembedanya adalah bila dimasa lalu mata pencaharian penduduknya adalah dengan bertani, namun kini sawah sawah yang dulunya menghijau sudah berubah jadi pabrik, mata pencaharian penduduknya pun bergeser ke perdagangan dan jasa, termasuk membangun jejeran rumah kontrakan yang kini menyesaki daerah ini.

Masjid Jamie Al-Ikhlas Sempu
Kampung Sempu RT.01/03 Desa Pasir Gombong
Kec. Cikarang Utara, Kab. Bekasi. Jawa Barat 17530
Indonesia


Ukuran masjidnya cukup besar meski tidak di tepi jalan utama. Halamannya cukup luas untuk parkir kendaraan, dan seluruh halamannya sudah di paving blok. di sore hari ada banyak anak anak yang datang ke masjid ini siap siap untuk sholat Magrib setelah sholat magrib dilanjutkan dengan belajar mengaji dalam Suasana yang meriah khas anak anak.

Selain anak anak, di sore hari ada beberapa pria dewasa yang begitu sibuk membersihkan masjid ini mulai dari menyapu hingga mengepel lantai masjid baik di bagian dalam maupun di bagian luar hingga ke kamar mandi dan area berwudhunya yang berada di teras sebelah kanan bangunan utama.

Interior Masjid Jamie Al-Ikhlas Sempu

Untuk menuju ke masjid ini, dari arah pertigaan pasir gombong ke arah Pasar Cikarang, setelah melewati pertigaan kawaan Jababeka di Jurong, sebelum POM Bensin ada belokan ke kiri, masuk ke jalan tersebut, bila menggunakan mobil agar lebih hati hati karena ruas jalan yang tidak terlalu lebar. Masjid ini ada di sisi kanan jalan.

Bangunan Masjid ini sebenarnya cukup unik. terdiri dari bangunan utama berupa bangunan masjid dengan atap limas bersusun, seperti halanya masjid masjid khas tanah air kita. Namun atap limas di masjid ini tidak hanya satu tapi terdiri dari tiga atap limas sekaligus. ditambah lagi dengan terasnya yang cukup lega, membuat-nya begitu lega untuk menampung Jemaah dalam jumlah banyak.***

Teras Masjid Jamie Al-Ikhlas Sempu
Masjid Jamie Al-Ikhlas Sempu di Sore Hari
Masjid Jami Al-Ikhlas Sempu di malam hari.

Sabtu, 13 Mei 2017

Masjid Darusalam Pilar, Serang

Megah dengan gaya masjid modern pada bangunan baru masjid Darussalam Pilar ini.

Masjid Darusalam yang satu ini adalah masjid yang berada di dalam kampung Pilar di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. Desa Serang di Cikarang ini terkenal dengan pasar Serang yang menjadi biang kemacetan di setiap pagi dan sore hari baik dari arah lippo cikarang maupun dari arah Cibarusah.

Serang yang menjadi nama Desa ini berada di dalam wilayah kecamatan Cikarang Selatan, jangan terkecoh dengan Serang Baru yang merupakan nama kecamatan di sebelah selatan Cikarang Selatan, tepatnya lagi Serang Baru adalah kecamatan yang letaknya di sebelah selatan Desa Serang ini, penamaan Serang Baru justru untuk membedakannya dengan nama Desa ini yang sudah kadung menjadi ibukotanya Cikarang Selatan.

Masjid Darussalam
Jl. Mesjid Darussalam Pilar, Desa Serang
Kec. Cikarang Selatan. Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530
Indonesia


Lalu dimana letak kampung Pilar tempat masjid Darussalam ini berada ?. Letaknya berada kira kira di belakang Pasar Serang itu tadi. Ada ruas jalan yang membentang di kampung pilar ini membentang dari sekitar gerbang perumahan Lembah Hijau Lippo Cikarang hingga ke jalan Cicau yang berada disebelah pom bensin Pasar Serang.

Jadi bila anda akan berkunjung ke masjid Darussalam ini, ada dua alternative jalan termudah, yakni dari jalan kampung dari sekitar pintu gerbang perumahan Lembah Hijau Lippo Cikarang, bila anda dari arah ini maka harus hati hati Karena jalan yang dilalui sangat menanjak, itu sebabnya orang orang disana seringkali bilang bila mau ke kampung pilar ini disebutnya naik ke kampung pilar karena memang elevasi  yang lebih tinggi daripada muka tanah di ke kawasan (industri).

Interior Masjid Darussalam 

Akses lainnya dari ruas jalan Cicau, Lokasi Masjid ini kira kira dipertengahan jalan antara Cicau ke Lembah Hijau. Tak usah khawatir nyasar, bila bingung tinggal tanya sana sini, kampungnya ramai sekali dengan rumah rumah kontrakan berjejer jejer. Beberapa di kampung ini yang sangat dekat dengan kawasan industry menyediakan tempat di kampung ini bahkan membuka bisnis penitipan sepeda motor bagi karyawan yang tidak menyediakan tempat parkir di tempat kerjanya.

Masjid Darussalam ini aslinya berupa bangunan masjid tradisional Indonesia dengan atap limas dan sokoguru ditengah ruangannya. namun kemudian diperluas ke sisi selatan dan timur dengan ukuran jauh lebih besar dari bangunan aslinya. bangunan tambahannya yang baru ini dibangun dengan gaya bangunan modern sama sekali berbeda dengan bangunan lamanya.


Area tambahan masjid Darussalam di sisi selatan dan timur 

Bangunan baru nya ini menghabiskan seluruh sisa lahan masjid tanpa menyisakan sediktipun untuk lahan parkir kendaraan. Sebuah sumur di halaman depan masjid ini, kini juga masuk ke dalam bangunan masjid ditutup bagian atasnya menyisakan sedikit lubang untuk kontrol ditutup dengan jaring kawat besi behel. 

Pasokan air untuk masjid ini memang dari sumur terebut yang disedot menggunakan pompa air. itu sebabnya air wudhu di masjid ini bebas dari aroma kaporit. Air dari pompa ditampung ke dalam bak besar yang ditinggikan, dari bak ini baru kemudian dipasang beberpa keran air untuk kepentingan jemaah berwudhu.***  

Fasad depan masjid darussalam
Rongga Jendela di bangunan baru yang belum dipasang daun jendela.
Kubah alumunium di puncak atap bangunan lama
Papan Nama Masjid diatas pintu masuk.

Minggu, 07 Mei 2017

Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang

Tampil dengan gaya kontemporer, kombinasi modern dan tradisi tempatan, Masjid Agung Al-Munawwir Kabupaten Pinrang tampil menawan dan kini menjadi salah satu ikon Kabupaten Pinrang.

Masjid Agung Al-Munawwir adalah masjid agung yang berada di Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Masjid ini merupakan masjid utama di kabupaten tersebut, sesuai dengan fungsinya masjid ini berdiri di tengah tengah kota, bersebelahan dengan Komplek Kantor Bupati Pinrang, kantor DPRD Kabupaten Pinrang dan Monumen Lasinrang.

Lokasi masjid ini juga sangat strategis, di pertigaan ruas Jalan Jendral Sudirman dan ruas Jalan Bintang yang juga membentang hingga ke depan kantor Bupati Pinrang. Sehingga dapat dengan mudah di akses dari kedua ruas jalan utama tersebut. Masjid megah ini menjadi salah satu Ikon Kabupaten Pinrang.

Mesjid Agung Al Munawir
Jl. Jendral Sudirman, Macorawalie, Kec. Watang Sawitto
Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan 91212



Masjid ini dirintis dan dibangun oleh bapak Drs. H. Andi Nawir MP dan nama masjid ini disebut Al-Munawwir yakni mengabadikan nama perintisnya Bapak H. Andi Munawwir (mantan Bupati Pinrang).

Menariknya di masjid ini juga memiliki studio Radio Suara Bumi Lasinrang di gelombang 105,8 FM yang merupakan pemancar yang berfungsi sebagai mecusuar agenda pembangunan daerah kabupaten Pinrang yang memaparkan program program andalan yang saat ini direalisasikan oleh Bapak Bupati Pinrang, H. Andi Aslam Patonangi, SH,  M.Si, MH, sekaligus sebagai media hiburan, informasi dan edukasi dari cerminan budaya kearifan local yang dijabarkan ke pelosok pedesaan.

Salah satu acaranya adalah “dongeng anak sholeh” yang diasuh oleh bu guru Wahyuniar, S.Pd, M.Pd. acara tersebut memang ditujukan bagi pembentukan karakter anak anak balita melalui dongeng dan kisah kisah Islami yang disesuaikan bagi anak anak dan balita. Selain stasiun Radio Suara Bumi Lasinrang, Komplek Masjid Agung Al-Munawwir ini juga menjadi tempat berkantornya lembaga lembaga Islam kabupaten Pinrang.

Radio Suara Bumi Lasinrang, di komplek masjid Agung Al-Munawwir

Arsitektur Masjid Agung Al-Munawwir

Masjid Agung Al-Munawwir ini memiliki arsitektur yang menawan dengan memadukan arsitektur masjid modern dengan arsitektur Nusantara dan termpatan. Tidak ada kubah bundar di masjid ini. Atap utamanya menggunakan model atap limas yang lancip menjulang berdiri diatas platform struktur beton bersegi delapan, keseluruhan atap masjid ini pada dasarnya merupakan atap bersusun tiga seperti layaknya arsitektur masjid masjid Nusantara.

Empat buah menara mengapit empat penjuru masjid, kesemua menara tersebut dibangun serupa dan sebangun masing masing dilengkapi dengan balkoni sedikit mirip dengan balkoni di menara masjid Nabawi, sedangkan di ujungnya ditempatkan atap limas lancip sama seperti atap utama masjid. Selain empat menara tersebut, masjid ini juga dilengkapi dengan menara kelima yang paling tinggi dan sekaligus menjadi menara pemancar Radio Suara Bumi Lasinrang.

Ornamen di ujung atap masjid dan di ujung empat menara masjid ini cukup menarik dengan menempatkan tiga bentuk bundar seperi di gedung sate, baru kemudian di puncak tertingginya ditempatkan ornament bulan sabit. Uniknya, atap limas masjid dan atap limas di menaranya denahnya tidak dipasang lurus terhadap bangunan namun diputar 45 derajat.

Menara tertinggi Masjid Agung Pinrang dibangun terpisah dari bangunan utama dengan arsitekturnya sendiri dan juga difungsikan sebagai menara pemancar radio SBL.

Ruang dalam masjid ini terasa benar benar lega dengan ketiadaan tiang tiang ditengah ruangan utama. Ditambah lagi dengan sisi atasnya yang tidak diberi plafon memberikan kelegaan penuh di dalam masjid ini. Sebuah lampu gantung menjuntai di tengah tengah ruangan dari sisi bawah kubah limasnya.

Mihrab masjid ini cukup besar dengan latar belakang warna hitam, sementara mimbarnya tak kalah menarik, terbuat dari kayu dengan bentuk yang hampir serupa dengan ujung menara masjid ini. Tiang tiang besar penyanggah atap masjid ditempatkan di sisi luar area utama sekaligus menjadi penopang area mezanin (lantai dua) yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan ruang utama. (site visit & foto by Ridwan Muhmar, S.AgPembina Wahana Studi Remus Pinrang).***

Interior Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang
Salah satu menara Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang diantara hijau pepohonan
Beranda Masjid Agung Al-Munawwir Pinrang

Orriginal post @singgahkemasjid

Sabtu, 06 Mei 2017

Masjid Al-Hikmah Rawa Atug

Masjid Jami Al-Hikmah Rawa Atug, Desa Cibening, Kecamatan Setu

Pertama kali singgah ke masjid ini sore hari 11 Februari 2012 untuk mampir Sholat Asyar, kala itu masjid ini masih dalam proses pembangunan, beberapa pengurusnya menggelar penggalangan dana dari para pengguna jalan yang melintas di depan masjid ini. Sementara di dalam masjid beberapa tukang sibuk melakukan pekerjaannya. Anda dapat membaca detil kondisinya pada masa itu pada artikel bertajuk “Yuk bantu pembangunan masjid Al-Hikmah Rawa Atug”.

Pertama kali singgah ke masjid ini sore hari 11 Februari 2012 untuk mampir Sholat Asyar, kala itu masjid ini masih dalam proses pembangunan, beberapa pengurusnya menggelar penggalangan dana dari para pengguna jalan yang melintas di depan masjid ini. Sementara di dalam masjid beberapa tukang sibuk melakukan pekerjaannya. Anda dapat membaca detil kondisinya pada masa itu pada artikel bertajuk “Yuk bantu pembangunan masjid Al-Hikmah Rawa Atug”.


Lima tahun berlalu, ketika melintas lagi di depan masjid ini, saya bahkan sudah tidak mengenalinya lagi, suasananya sudah berubah. Bangunannya sudah mentereng lengkap dengan pagar tembok keliling, memisahkan lahannya dari lahan kosong penuh pohon rambutan disebelahnya.

Nama dan alamat nya yang kemudian mengingatkan pada masjid yang pernah kusinggahi lima tahun sebelumnya, dan Thanks to perangkat Blackberry budget rendah yang kubawa saat itu sangat membantu merekam ingatan dalam bentuk visual. Kini, muslim Rawa Atug telah memiliki masjid Jami yang cukup representatif, beberapa dari anda mungkin turut berkontribusi terhadapnya.

Perjalanan Masjid Jami Al-Hikmah Rawa Atug selama lima tahun 

Lima tahun berlalu, ketika melintas lagi di depan masjid ini, saya bahkan sudah tidak mengenalinya lagi, suasananya sudah berubah. Bangunannya sudah mentereng lengkap dengan pagar tembok keliling, memisahkan lahannya dari lahan kosong penuh pohon rambutan disebelahnya.

Nama dan alamat nya yang kemudian mengingatkan pada masjid yang pernah kusinggahi lima tahun sebelumnya, dan Thanks to perangkat Blackberry budget rendah yang kubawa saat itu sangat membantu merekam ingatan dalam bentuk visual. Kini, muslim Rawa Atug telah memiliki masjid Jami yang cukup representative, beberapa dari anda mungkin turut berkontribusi terhadapnya. (foto interior kontibusi dari TS - teguh santoso).***

Masjid Jami' Al-Hikmah Rawa Atug dari muka jalan menuju ke MAN 2 Kab. Bekasi & Saung Ranggon. 
Teras depan yang menghadap ke jalan raya (TS)
teras samping  (TS)
Interior masjid (foto by TS)
Beduk dan kentongan di teras masjid